Sejarah

KETUA IPPMA DARI MASA KE MASA

Ketua Pertama : Zainal Abidin (1991-1993) mahasiswa STIEKN angkatan1989

  • Mulai melaksanakan acara seremonial tahunan seperti halal bihalal
  • Telah terbentuknya tarian Saman dengan baju hitam yang diikuti oleh 15 orang terdiri dari 8 agam dan 7 inong. Pelatih saman adalah Ibrahim
  • Diadakannya Fashion Show baju adat dari seluruh kabupaten yang ada di Aceh.

Ketua Kedua : Teuku Akmal Putra (1993-)(Elektro Brawiajya angkatan 1992)

Ketua Ketiga : Erwandi MBO

  • Terlibat perseteruan dengan LAKA (KTR sekarang) dalam hal memasukkan IPMA kedalam Bidang Kepemudaan dibawah struktur laka, namun ditolak oleh IPMA.

Ketua Keempat : Rahmat Akmal

Ketua Kelima : Sayed Fachri (1998)(Mhs Elektro Brawijaya’94)

  • Bekerja sama dengan mahasiswa Aceh se-Jawa melaksanakan Saweu Gampong, setelah itu setiap mahasiswa yang pulang ke aceh menginfokan perguruan tinggi di Jawa.
  • Mengkritisi pencabutan Dom dengan berbagi aksi simpati, seperti : dialog dengan anggota DPRD malang, turun ke jalan demo kodim, mengirimkan utusan ke Jakarta dalam pertemuan awal KMPAN
  • Dialog mencari solusi permasalahan aceh di kantor penerangan.Bekerja sama dengan LAKA.

Ketua Keenam : Fachrurrazi (1998-2000)(Mhs Pengairan UB 96)

  • Melalui MUBES(Musyawarah Besar) diputuskan utk memasukkan kelompok pemuda kedalam organ, sehingga IPMA menjadi IPPMA.
  • Kepengurusan mengakomodir semua kelompok yang ada, dari S1, S2, Pelajar, dan Pemuda.
  • Rekom gubernur keluar untuk pembangunan asrama keluar
  • Terlibat perseteruan dengan sekelompok mahasiswa aceh UNMUH yang ingin mendirikan Komisariat IPPMA UNMUH tanpa izin dari pengurus IPPMA
  • Kunjungan Anggota MPR Gazali Abbas Adan.
  • Aktif dalam melihat kasus yang terjadi di aceh dengan terlibat dalam KMPAN yang menghasilkan KOMPAS yang melahirkan SIRA.
  • Di akhir kepengurusan mulai terlibat perseteruan dengan sekelompok mahasiswa S2 yang ingin mendirikan FORMAPA dengan alasan tidak terfasilitasi di IPPMA.
  • Berbagai aksi turun jalan dengan berbagai elemen mahasiswa di malang mengumpulkan dana buat pengungsi aceh, testimony, pameran foto dan lain-lain.
  • Beraudiensi dengan sekot malang perihal Kompas 1.

Ketua Ketujuh : Abu Fauzi (2001 – 2007) Pemuda

  • Melaksanakan Turnamen Andalas I juara III
  • Mengikuti Porseni di jogja dengan menggondol juara II saman, juara 1 tarik tambang, juara 1 cut adek, juara 1 cut abang
  • Dana asrama turun
  • Saman mulai banyak mendapat order bahkan pernah ditawari tampil di jepang dan spanyol tapi ditolak oleh personilnya karena sibuk kuliah dan karena saman dikendalikan oleh oknum yang selalu mengintervensi kebijakan saman.
  • Saman dipolitsir oleh PECUNDANG ORGANISASI
  • Dibentuknya Manajer Saman yang sebelumnya koordinator saman yang dipegang oleh Syafriadi Adnan secara sepihak dan tidak representative dari Tim Saman yang diadakan di Watu Mujur II/12.
  • 2 orang personil saman di tugaskan menjadi pelatih saman para prajurit yon bekang div II kostrad malang.
  • Berhembusnya issue Cakradonya
  • Lahirnya tari DIDONG dari kawan-kawan angkatan 2004 UIN seperti Irwansyah, Muklis Bintang, Azman, Abdi, Syukri, Aramiko dan Baihaqi.
  • Buletin Han menggebrak ke permukaan dengan menghadirkan berita2 yang hangat yang sempat menjadi kontroversi dikalangan mahasiswa s2

Ketua Kedelapan : Shafur Bachtiar (2007 – 2008)

Ketua Kesembilan : Muhammad Ihsan Armia (2008 – 2009)

Ketua Kesepuluh : Muslem (2009 – Sekarang)