Feeds:
Tulisan
Komentar

Ulama Aceh di Mesir

Ada dua hal tentang ulama Aceh ini. Pertama, di Aceh dan boleh jadi di Pulau Jawa, Sumatra, dan Kalimantan, ada kitab yang selalu dibaca oleh kaum santri atau siapapun yang tertarik dengan ilmu perobatan, yakni Kitab Tajul Muluk. Kitab ini menggunakan bahasa Jawi (jawoe), maka asalpaham siapun bisa membacanya.

Kedua, di Aceh anak muda yang sudah belajar di pesantren modern atau Madrasah ‘Aliyah, diantara impian mereka adalah bisa belajar di Kairo, Mesir. Negeri yang sudah mencetak ribuan ulama,bahkan tidak sedikit jiwa pembaruan di Nusantara, disemai dari mereka yang pernah menimba ilmu di Mesir. Sehingga anak muda Aceh yang merantau ke Mesir itu tidak sedikit. Saat ini sudah ada Lanjut Baca »

Ucapan Lebaran 3

Ucapan Lebaran 2

Fenomena Menjelang Lebaran

Umat Islam Indonesia mempunyai kekhasan tersendiri menjelang datangnya hari Raya Idul Fitri atau Lebaran. Kekhasan ini mungkin tidak akan kita jumpai di negeri-negeri muslim lain di seluruh dunia.

Fenomena pertama adalah bermigrasinya jutaan penduduk kota secara sementara menuju kawasan luar kota yang biasa disebut kampung. Inilah fenomena pulang kampung.

Walaupun menyedot begitu banyak energi dan biaya, fenomena pulang kampung tidak pernah sepi dari peminat. Mereka tidak peduli dengan biaya besar yang harus dikeluarkan untuk menuju kampung, untuk membeli oleh-oleh dari kota, dan untuk sekadar hadiah Lanjut Baca »

BANDA ACEH – Terhadap Qanun Jinayat dan Qanun Hukum Acara Jinayat yang disahkan DPRA dalam Rapat Paripurna DPRA, Senin (14/9), Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Prof Dr Mahfud MD, mengatakan perlu diatur lagi teknis yuridisnya, agar tidak menimbulkan problema di kemudian hari. Seperti diberitakan kemarin, Pasal 24 ayat (1) qanun tersebut mengatur tentang sanksi zina. Bahwa laki-laki dan perempuan yang sama-sama sudah menikah, tapi terbukti berzina, maka masing-masing dirajam di tempat umum hingga meninggal. Sedangkan pasangan pria dan wanita yang belum pernah menikah, tapi terbukti berzina, maka dicambuk masing-masing 100 kali.

Menanggapi isi kedua qanun itu, Mahfud berpendapat masih perlu diatur teknis yuridis pelaksanaan hukum acaranya, juga teknis eksekusinya, sebelum ada Lanjut Baca »

KETUA IPPMA DARI MASA KE MASA

Ketua Pertama : Zainal Abidin (1991-1993) mahasiswa STIEKN angkatan1989

  • Mulai melaksanakan acara seremonial tahunan seperti halal bihalal
  • Telah terbentuknya tarian Saman dengan baju hitam yang diikuti oleh 15 orang terdiri dari 8 agam dan 7 inong. Pelatih saman adalah Ibrahim
  • Diadakannya Fashion Show baju adat dari seluruh kabupaten yang ada di Aceh.

Ketua Kedua : Teuku Akmal Putra (1993-)(Elektro Brawiajya angkatan 1992)

Ketua Ketiga : Erwandi MBO

  • Terlibat perseteruan dengan LAKA (KTR sekarang) dalam hal memasukkan IPMA kedalam Bidang Kepemudaan dibawah struktur laka, namun ditolak oleh IPMA.

Ketua Keempat : Rahmat Akmal

Ketua Kelima : Lanjut Baca »

Sejarah IPPMA

Malang sebagai salah satu kota di Indonesia yang selama ini menjadi salah satu tempat tujuan untuk melanjutkan belajar dari sekian banyak pelajar dan mahasiswa dari seluruh Indonesia. Tidak terkecuali yang berasal dari Nanggroe Aceh Darussalam (Propinsi Daerah Istimewa Aceh).

Pada kisaran tahun 1990, mahasiswa yang berasal dari Nanggroe Aceh Darussalam mulai berdatangan ke kota Malang untuk melanjutkan pendidikan di sejumlah Universitas di Malang.

Dikarenakan semakin banyaknya mahasiswa dan masyarakat Aceh di Malang ketika itu, muncul ide dan inisiatif dari rekan-rekan mahasiswa ketika itu untuk membuat sebuah komunitas yang pada awalnya hanya berfungsi sebagai tempat berkumpul dan saling silaturrahmi sesama warga Aceh di perantauan.

Jalan awal untuk menuju sebuah komunitas Aceh di Malang pun di rintis. Tahun 1990, Lanjut Baca »