Rumoh Aceh

Rumah Aceh atau Rumoh Aceh merupakan bentuk tempat kediaman orang Aceh tempo dulu dan sekarang hampir hilang, hanya tersisa di beberapa tempat saja di Aceh. Dan rumah ini telah diabadikan di Banda Aceh ( komplek situs Aceh) dan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) serta Rumah Cut Nyak Dhien yang ada di Desa Lampisang, 10 km dari pusat Kota Banda Aceh. Di dalam Rumah Aceh yang terletak di komplek Situs Aceh banyak terdapat barang-barang peninggalan tempo dulu yang sering digunakan oleh orang Aceh diantaranya pedeung on jok, jingki, guci, dll. Jika anda ke Banda Aceh jangan lupa untuk datang dan saksikan keadaan rumah Adat Aceh tempo dulu.

sumber: http://www.indonesiabox.com/rumah-aceh/

Posted in Uncategorized | Tinggalkan komentar

Aceh Mempunyai Keunikan Tersendiri

Masjid Raya Baiturrahman Tempo dulu

Doktor Universitas Padjadjaran Bandung Abdul Rani Usman menukilkan berbagai fakta tentang peradaban Aceh dalam sebuah buku berjudul Sejarah Peradaban Aceh. Peluncuran dan bedah buku yang dihadiri tokoh masyarakat Aceh antara lain mantan Meneg HAM Hasballah M Sa`ad, Debra Yatim, Agus Sopian serta Bambang Haryono itu berlangsung di Jakarta, Selasa. Pada buku yang diterbitkan Yayasan Obor Indonesia dengan kata pengantar ditulis Prof Nazaruddin Sjamsuddin itu, penulis mencoba melakukan suatu analisis interaksionis, integrasi dan konflik. Dalam buku setebal 156 halaman itu, Abdul Rani Usman mendeskripsikan berbagai sejarah masyarakat daerah yang dijuluki “Serambi Makkah”, baik dilihat dari suku bangsa maupun struktur lembaga kemasyarakatan. Kandidat doktor yang jebolan IAIN Ar-Raniry Banda Aceh itu menuliskan bahwa Aceh merupakan wilayah yang menarik perhatian masyarakat Indonesia maupun dunia internasional seperti Snouck Hurgronje. Menurut dia, perkembangan dan peradaban suku bangsa Aceh pun menjadi perhatian para ahli sejarah karena suku Aceh mempunyai keunikan tersendiri, terutama banyaknya inegrasi etnik atau campuran etnik yang akhirnya terjadilah suku etnik Aceh. Dalam buku itu juga diulas tentang sejarah dan perkembangan, asal usul sebutan Aceh, hubungan Aceh dengan bangsa asing, bahsa Aceh, sistem kekerabatan, perkembangan kebudayaan dan adat istiadat masyarakat. Lebih jauh, penulis yang pernah mengisi surat kabar terbitan Sumatera Utara (Sumut), Medan dan Aceh itu juga mengangkat perubahan sosial dan pernghancuran peradaban Aceh serta bangkitnya peradaban Aceh. Buah pembicaraan Prof Nazaruddin Sjamsuddin mengatakan, sejak masa kemerdekaan sampai saat ini, Aceh merupakan suatu daerah yang tidak pernah henti-hentinya menjadi buah pembicaraan di kalangan masyarakat Indonesia. Jika pada masa kemerdekaan Aceh dikenal sebagai tulang punggung perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia atau pendukung Republik yang teramat loyal, maka kini lebih dipandang sebagai suatu daerah yang bergolak. Segera setelah perjuangan mempertahankan kemerdekaan berakhir, pada penghujung 1949, sementara banyak daerah lain mengalami proses peredaan ketegangan, rakyat Aceh terus hidup dalam suasana gaduh dan resah. Aceh yang selama revolusi memainkan peranan besar sebagai salah satu sentra perjuangan mempertahankan kemerdekaan, sehingga dijuluki Presiden Soekarno sebagai “daerah modal”, justru diperkecil setelah kemerdekaan Indonesia diakui oleh dunia internasional. “Ditinjau dari satu segi, pembelaan harkat dan martabat yang berlangsung secara berkelanjutan sepanjanima abad itu tentu saja telah membentuk watak dan kultur rakyat Aceh sebagaimana yang kita kenal selama ini,” tulis Nazaruddin. Namun demikian tidak berarti tidak ada “biaya” yang harus dibayar oleh rakyat Aceh. “Hal inilah yang ingin diungkapkan oleh Drs A Rani Usman, M.Si dalam buku berjudul Sejarah Peradaban Aceh,” demikian Nazaruddin Sjamsuddin.

 

Sumber: http://arsip.gatra.com/2003-04-15/artikel.php?id=27264

Posted in Uncategorized | Tinggalkan komentar

Selamat Hari Raya Idul Adha

By IPPMA

Posted in Uncategorized | Tinggalkan komentar

Aneuk IPPMA ka Sarjana Lom

Selamat buat Aden dan Icha

Posted in Uncategorized | 1 Komentar

Ilmuwan Aceh yang Masyur di Belanda

Posted in Berita Aceh | Tinggalkan komentar

Susunan Kabinet Baru Oktober 2011 Hasil Reshuffle

Berikut susunan lengkap menteri yang akan bersama Presiden SBY sampai 2014.

1. Menko Polhukam: Djoko Suyanto (tetap)

2. Menko Perekonomian: Hatta Rajasa (tetap)

3. Menko Kesra: Agung Laksono (tetap)

4. Menteri Sekretaris Negara: Sudi Silalahi (tetap)

5. Menteri Dalam Negeri: Gamawan Fauzi (tetap)

6. Menteri Luar Negeri: Marty Natalegawa (tetap)

7. Menteri Pertahanan: Purnomo Yusgiantoro (tetap)

8. Menteri Hukum dan HAM: Amir Syamsuddin (baru)

9. Menteri Keuangan: Agus Martowardojo (tetap)

10. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Jero Wacik (baru)

11. Menteri Perindustrian: MS Hidayat (tetap)

12. Menteri Perdagangan: Gita Wirjawan (baru)

13. Menteri Pertanian: Suswono (tetap)

14. Menteri Kehutanan: Zulkifli Hasan (tetap)

15. Menteri Perhubungan: EE Mangindaan (baru)

16. Menteri Kelautan dan Perikanan: Sharif Cicip Sutardjo (baru)

17. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi: Muhaimin Iskandar

18. Menteri Pekerjaan Umum: Djoko Kirmanto (tetap)

19. Menteri Kesehatan: Endang Rahayu Setyaningsih (tetap)

20. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: M Nuh (tetap)

21. Menteri Sosial: Salim Segaf Al Jufrie (tetap)

22. Menteri Agama: Suryadharma Ali (tetap)

23. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Mari Elka Pangestu (baru)

24. Menteri Komunikasi dan Informatika: Tifatul Sembiring (tetap)

25. Menteri Negara Riset dan Teknologi: Gusti Muhammad Hatta (baru)

26. Menteri Negara Koperasi dan UKM: Syarief Hasan (tetap)

27. Menteri Negara Lingkungan Hidup: Berth Kampbuaya (baru)

28. Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Linda Agum Gumelar (tetap)

29. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Azwar Abubakar (baru)

30. Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal: Helmy Faishal Zaini (tetap)

31. Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas: Armida Alisjahbana (tetap)

32. Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara: Dahlan Iskan (baru)

33. Menteri Negara Perumahan Rakyat: Djan Faridz (baru)

34. Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga: Andi Mallarangeng (tetap)

Wakil-Wakil Menteri baru:

1. Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan

2. Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan Wiendu Nurianti

3. Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nasional Bidang Pendidikan Musliar Kasim

4. Wakil Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi Eko Prasodjo

5. Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar

6. Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi

7. Wakil Menteri BUMN Mahmuddin Yasin

8. Wakil Menteri Kesehatan Ali Gufron Mukti

9. Wakil Menteri Luar Negeri Wardana

10. Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar

11. Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo

12. Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar

13. Wakil Menteri Hukum dan Ham Denny Indrayana

Wakil Menteri lama:

1. Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin

2. Wakil Menteri Perindustrian Alex Retraubun

3. Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono

4. wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Lukita Dinarsyah Tuwo

5. Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati

6. Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak

7. Wakil Menteri Pendidikan Fasli Djalal

Kepala Badan Intelijen Negara

1. Letjen TNI Marciano Norman

Posted in Uncategorized | Tinggalkan komentar

Mahasiswa Aceh di Malang jadi Finalis Eagle Awards 2011


 

Azhari dan Jamaluddin Phonna, dua putra Aceh yang sedang berjuang dalam kompetisi film dokumenter Eagle Awards Metro Tv 2011. Film kami berjudul “Garamku Tak Asin Lagi”, mengangkat tentang perjuangan sekelompok perempuan yang mempertahankan produksi garam ala tradisional ditengah gencarnya impor garam dari luar negeri. Setelah melalui proses produksi dan pasca produksi pada bulan juli dan agustus lalu, sekarang film kami siap untuk dinikmati masyarakat Indonesia. Pada tanggal 13 september lalu, film kami sudah launching di bioskop blitz central park Jakarta, dan akan terus diputar di bioskop blitz Jakarta dan paris van java bandung sampai tanggal 18 september 2011.

Bagi anda yang tidak sempat menonton di bioskop Jakarta dan Bandung tidak perlu khawatir, karena mulai tanggal 3 sampai 23 Oktober 2011 film-film Eagle Award tahun ini akan ditayangkan oleh Metro Tv. film kami sendiri akan tayang perdana di Metro Tv pada tanggal 5 Oktober 2011 pukul 20.05 WIB, siaran ulang tanggal 12 dan 19 Oktober 2011 pukul 11.05 WIB. Film dokumenter hasil karaya finalis Eagle Awards tahun ini dikompilasikan menjadi The Struggle. Film-film tersebut adalah: “Adeus, Timor Lorosae” karya Kurnia Rahmad Dhani & M. Zulfi Ifani dari Yogyakarta, “Garamku Tak Asin Lagi” karya Azhari & Jamaluddin Phonna dari Aceh, “Mutiara Pesisir Pantai” karya Belo dari Papua, “Presiden Republik Abu-abu” karya Mutiara Paramita Andika & Afief Riyadi dari Jakarta, “Hutanku Sekolahku” Karya David Suryadi & Roberto Satyady dari Padang.  Para finalis akan memperebutkan tiga nominasi yaitu: nominasi film dokumenter terbaik, nominasi film dokumenter rekomendasi juri, dan film dokumenter favorit pemirsa. Para pemenang akan diumumkan pada Awards Night (malam penganugerahan) tanggal 28 Oktober 2011 mendatang di Metro Tv.

Kami sangat mengharapkan dukungan dari masyarakat Aceh agar Film Dokumenter “Garamku Tak Asin Lagi” bisa memenangkan nominasi Film Favorit Pemirsa. Jadi bagi anda yang mau mendukung kami, silahkan ketik: Eagle(spasi)Garam, kirim ke 9899. Teurimong Geunaseh

Posted in Uncategorized | Tinggalkan komentar

Kontributor Serambi Raih Doktor

Zulkarnain Jalil

 JAKARTA – Zulkarnain Jalil (47), dosen FMIPA Unsyiah yang dikenal luas sebagai sebagai Kontributor Serambi Indonesia untuk kawasan Eropa, Rabu kemarin (20/07) berhasil meraih gelar doktor bidang Ilmu Material di Universitas Indonesia (UI) Jakarta. Karya yang dia hasilkan berpotensi dipatenkan, karena fungsional dan tergolong langka.

Dalam Sidang Terbuka UI yang dipimpin Rektor Prof Dr der Soz Gumilar Rusliwa Soemantri dan Ketua Pelaksana, Dr Adi Basukriadi MSc, Zulkarnain mampu menjawab semua pertanyaan yang diajukan dewan penguji mengenai disertasinya berjudul “Material Penyimpan Hidrogen Sistem MgH2-SiC yang Dipreparasi Melalui Rute Reactive Mechanical Alloying”. Continue reading

Posted in Aceh, Berita, Berita Aceh | Tagged , , | Tinggalkan komentar

Cut Meurah Mariana, Putroe Bungong 2011

BANDA ACEH – Cut Meurah Mariana, peserta dengan nomor urut 27, asal Kota Banda Aceh, berhasil meraih juara I dalam Lomba Putroe Bungong (Putri Bunga) Aceh 2011 yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banda Aceh di Museum Tsunami, Banda Aceh, Minggu (10/7) malam.

Juara II dan III masing-masing disabet Rizki Nasida nomor peserta 36 dari Banda Aceh dan Nurul Hidayati, nomor peserta 13 dari Simeulue. Pada saat itu diumumkan juga juara untuk kategori the best unique, the best catwalk, busana terbaik, juara favorit hingga juara harapan I, II, dan III yang semuanya digondol peserta dari Banda Aceh. Continue reading

Posted in Aceh, Adat, Berita Aceh, ippma | Tagged , | Tinggalkan komentar

Beasiswa LPSDM Pemerintahan Aceh 2011

PEMERINTAHAN ACEH

LEMBAGA PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA ACEH

JL. T. NYAK ARIEF NOMOR 219 BANDA ACEH

 

PENGUMUMAN

Pemerintah Aceh menyediakan bantuan biaya pendidikan untuk masyarakat Aceh yang sedang dalam program S-1, S-2, dan S-3, baik di dalam dan luar Aceh maupun di luar negeri, dengan syarat-syarat sebagai berikut : Selangkapnya Continue reading

Posted in Aceh, Beasiswa, ippma | Tagged , , , | 5 Komentar